10 Kesalahan yang Membuat Anak Sulit Belajar Bahasa Inggris
July 18, 2026. 17:27 WIB
Banyak orang tua merasa bingung ketika anak mereka sudah mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di sekolah atau kursus, tetapi perkembangannya terasa lambat. Anak masih kesulitan berbicara, mudah lupa kosakata, atau bahkan mulai kehilangan minat belajar.
Sering kali, penyebabnya bukan karena anak tidak berbakat. Justru ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari menghambat proses belajar mereka.
Berikut adalah 10 kesalahan yang paling sering terjadi beserta cara mengatasinya.
1. Terlalu Fokus pada Grammar Sejak Awal
Banyak orang tua menganggap bahwa anak harus menguasai semua aturan grammar sebelum mulai berbicara.
Padahal, anak belajar bahasa dengan cara yang berbeda. Mereka lebih mudah memahami bahasa melalui mendengar, meniru, dan menggunakannya dalam percakapan sederhana.
Grammar tetap penting, tetapi sebaiknya diperkenalkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan anak.
2. Jarang Memberikan Kesempatan untuk Speaking
Anak mungkin menghafal banyak kosakata, tetapi jika tidak pernah menggunakannya, mereka akan kesulitan saat diminta berbicara.
Speaking adalah keterampilan yang hanya berkembang melalui latihan.
Cobalah mengajak anak melakukan percakapan sederhana setiap hari, misalnya menanyakan warna favorit, makanan kesukaan, atau kegiatan yang dilakukan hari itu.
3. Terlalu Takut Anak Melakukan Kesalahan
Sebagian orang tua langsung mengoreksi setiap kesalahan pengucapan atau grammar.
Akibatnya, anak menjadi takut mencoba berbicara karena khawatir salah.
Lebih baik berikan apresiasi atas keberanian mereka terlebih dahulu, kemudian koreksi dengan cara yang lembut dan membangun.
4. Belajar Hanya Saat Menjelang Ujian
Belajar Bahasa Inggris seminggu sekali atau hanya ketika ada PR biasanya tidak cukup.
Bahasa adalah keterampilan yang berkembang melalui kebiasaan.
Belajar 10–15 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada belajar dua jam sekaligus hanya seminggu sekali.
5. Hanya Menghafal Vocabulary
Menghafal daftar kosakata memang membantu, tetapi tidak cukup.
Anak juga perlu menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat dan percakapan.
Misalnya setelah belajar kata apple, ajak anak mengatakan:
I like apples.
Dengan begitu, kosakata akan lebih mudah diingat.
6. Membandingkan Anak dengan Teman Sebayanya
Kalimat seperti:
"Temanmu sudah bisa speaking."
atau
"Sepupumu sudah lebih pintar Bahasa Inggris."
dapat membuat anak kehilangan motivasi.
Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Fokuslah pada perkembangan anak dibandingkan dengan dirinya sendiri, bukan dengan orang lain.
7. Belajar Terlalu Serius dan Kurang Menyenangkan
Anak-anak belajar paling baik ketika mereka menikmati prosesnya.
Jika belajar selalu identik dengan buku, latihan soal, dan tekanan, mereka akan cepat bosan.
Gunakan variasi seperti:
Lagu Bahasa Inggris.
Cerita bergambar.
Permainan edukatif.
Role play.
Flashcards.
Aktivitas yang menyenangkan membuat anak lebih antusias belajar.
8. Kurang Paparan Bahasa Inggris
Belajar satu atau dua jam seminggu tidak cukup jika di luar itu anak tidak pernah mendengar Bahasa Inggris.
Cobalah menambah paparan melalui:
Lagu anak.
Cerita pendek.
Video edukasi.
Percakapan sederhana di rumah.
Semakin sering anak mendengar Bahasa Inggris, semakin mudah mereka memahaminya.
9. Memiliki Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
Sebagian orang tua berharap anak langsung lancar berbicara setelah beberapa minggu belajar.
Padahal kemampuan bahasa berkembang secara bertahap.
Kemajuan kecil seperti bertambahnya kosakata, keberanian menjawab pertanyaan, atau mampu membuat kalimat sederhana sudah merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
10. Memilih Program Belajar yang Tidak Sesuai
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda.
Ada anak yang lebih nyaman belajar dalam kelas kecil, sementara yang lain membutuhkan perhatian lebih melalui kelas privat.
Materi yang terlalu mudah membuat anak bosan, sedangkan materi yang terlalu sulit dapat menurunkan rasa percaya diri.
Karena itu, penting memilih program yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan tujuan belajar anak.
Bagaimana Membantu Anak Belajar Lebih Efektif?
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
✅ Jadikan Bahasa Inggris bagian dari aktivitas sehari-hari.
✅ Berikan kesempatan berbicara tanpa takut salah.
✅ Fokus pada perkembangan, bukan kesempurnaan.
✅ Gunakan metode belajar yang menyenangkan.
✅ Dampingi anak secara konsisten.
Ketika anak merasa nyaman dan didukung, mereka akan lebih berani mencoba dan menikmati proses belajar.
Kesimpulan
Kesulitan belajar Bahasa Inggris tidak selalu disebabkan oleh kemampuan anak. Sering kali, penyebabnya adalah kebiasaan belajar yang kurang tepat atau ekspektasi yang terlalu tinggi.
Dengan pendekatan yang sesuai, latihan yang konsisten, dan suasana belajar yang positif, anak dapat mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris secara bertahap. Yang terpenting adalah menikmati prosesnya dan menghargai setiap kemajuan, sekecil apa pun.
Dampingi Perjalanan Belajar Anak Bersama LQ Academy
Di LQ Academy, kami percaya bahwa setiap anak dapat berkembang ketika belajar dengan metode yang tepat dan lingkungan yang mendukung.
✨ Kelas Privat dan Semi Privat
✨ Fokus pada Speaking, Listening, Reading, dan Writing
✨ Tutor Ramah dan Berpengalaman
✨ Pembelajaran Interaktif dan Menyenangkan
✨ Materi Sesuai Level dan Kebutuhan Anak
Kami tidak hanya membantu anak memahami Bahasa Inggris, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena keberhasilan belajar bukan tentang menjadi yang tercepat, tetapi tentang terus berkembang selangkah demi selangkah. 🌟