Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Tidak Mau Belajar Bahasa Inggris?

August 16, 2026. 17:20 WIB

"Anak saya sebenarnya sudah tahu kalau Bahasa Inggris itu penting, tapi setiap diajak belajar selalu menolak. Harus bagaimana?"

Situasi seperti ini cukup umum dialami orang tua. Anak bisa menolak belajar karena merasa bosan, menganggap Bahasa Inggris terlalu sulit, takut salah, atau mungkin pernah mengalami pengalaman belajar yang kurang menyenangkan.

Yang perlu diingat, anak yang tidak mau belajar belum tentu tidak suka Bahasa Inggris. Bisa jadi mereka belum menemukan cara belajar yang terasa cocok dan menyenangkan bagi mereka.

Daripada langsung memaksa, orang tua bisa mencoba memahami penyebabnya terlebih dahulu.


1. Cari Tahu Mengapa Anak Menolak

Langkah pertama adalah mencari tahu alasan di balik penolakan.

Coba tanyakan dengan santai:

"Bagian mana yang kamu tidak suka?"

"Menurut kamu Bahasa Inggris susah atau membosankan?"

"Kamu lebih suka belajar sambil bermain atau membaca cerita?"

Jawaban anak dapat membantu orang tua mengetahui masalah sebenarnya.

Mungkin anak merasa materinya terlalu sulit. Mungkin juga mereka hanya membutuhkan metode belajar yang berbeda.


2. Jangan Langsung Memaksa

Ketika anak berkata, "Aku nggak mau belajar!", respons yang terlalu keras justru dapat membuat mereka semakin menolak.

Daripada mengatakan:

"Pokoknya harus belajar!"

cobalah memberikan pilihan:

"Mau belajar sekarang atau setelah makan?"

atau:

"Mau belajar pakai game atau cerita?"

Anak tetap belajar, tetapi mereka merasa memiliki pilihan dalam prosesnya.


3. Mulai dari Aktivitas yang Anak Sukai

Tidak semua anak menikmati belajar dengan cara yang sama.

Jika anak suka menggambar, gunakan Bahasa Inggris saat menggambar.

Jika anak suka bermain mobil-mobilan, gunakan vocabulary tentang kendaraan.

Jika anak suka hewan, gunakan tema animals.

Misalnya:

"What animal is this?"

"It's a tiger!"

Dengan memasukkan Bahasa Inggris ke dalam aktivitas favorit mereka, belajar terasa lebih natural.


4. Buat Sesi Belajar Lebih Singkat

Anak tidak harus belajar selama satu jam agar mendapatkan manfaat.

Untuk beberapa anak, 10–15 menit yang menyenangkan bisa menjadi awal yang lebih baik.

Misalnya:

5 menit → vocabulary

5 menit → game

5 menit → speaking

Ketika anak sudah terbiasa, durasi dapat ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan.


5. Gunakan Permainan

Belajar tidak selalu harus berupa buku dan latihan soal.

Cobalah permainan sederhana seperti:

🎯 Guess the Picture
Anak menebak gambar dalam Bahasa Inggris.

🔎 Treasure Hunt
Anak mencari benda berdasarkan instruksi.

🎲 Dice Game
Setiap angka memiliki tantangan speaking.

🧠 Memory Game
Anak mencari pasangan kartu sambil menyebutkan vocabulary.

Permainan membuat anak memiliki alasan untuk menggunakan Bahasa Inggris tanpa merasa sedang diuji.


6. Jangan Terlalu Fokus pada Kesalahan

Anak yang takut salah biasanya akan semakin enggan berbicara.

Ketika anak mengatakan:

"I goed to school."

Jangan langsung memotong dan mengatakan bahwa jawabannya salah.

Orang tua bisa memberikan contoh yang benar secara alami:

"Oh, you went to school?"

Dengan cara seperti ini, anak mendapatkan koreksi tanpa merasa dipermalukan.


7. Berikan Apresiasi atas Usaha

Jangan hanya memuji ketika anak mendapatkan jawaban yang benar.

Apresiasi juga keberanian mereka untuk mencoba.

Misalnya:

"Good job! You tried!"

"Wow, you remembered that word!"

"You're getting better!"

Pujian sederhana dapat membantu membangun rasa percaya diri dan membuat anak lebih berani mencoba lagi.


8. Jangan Membandingkan dengan Anak Lain

Hindari mengatakan:

"Teman kamu sudah bisa, kok kamu belum?"

Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda.

Ada anak yang cepat mengingat vocabulary, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk speaking.

Ada pula yang berani berbicara lebih dulu meskipun grammar-nya belum sempurna.

Fokuslah pada perkembangan anak dibandingkan kemampuan mereka sebelumnya.


9. Jadikan Bahasa Inggris Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Bahasa Inggris tidak harus selalu muncul dalam sesi belajar formal.

Coba gunakan sedikit demi sedikit dalam rutinitas:

Pagi:
"Good morning!"

Saat makan:
"Let's eat."

Saat bermain:
"Let's play!"

Sebelum tidur:
"Good night."

Paparan sederhana seperti ini membantu anak memahami bahwa Bahasa Inggris bukan hanya pelajaran sekolah.


10. Berikan Waktu untuk Beradaptasi

Jika anak sudah terlanjur menganggap Bahasa Inggris sebagai sesuatu yang sulit atau tidak menyenangkan, perubahan tidak akan terjadi dalam satu hari.

Jangan langsung mengharapkan anak menjadi lancar.

Fokus terlebih dahulu pada hal-hal kecil:

Hari ini mau mendengarkan.

Besok mau menjawab satu pertanyaan.

Minggu berikutnya mulai berani berbicara.

Kemajuan kecil tetap merupakan kemajuan.


Bagaimana Jika Anak Tetap Tidak Mau?

Jika berbagai cara sudah dicoba tetapi anak tetap menolak, orang tua dapat mengevaluasi kembali lingkungan dan metode belajarnya.

Mungkin anak membutuhkan:

Terkadang bukan anaknya yang tidak mau belajar, tetapi cara belajarnya yang belum sesuai dengan kebutuhan mereka.


Kapan Orang Tua Perlu Memberikan Tantangan Lebih?

Jika anak mulai menikmati Bahasa Inggris, jangan berhenti hanya karena mereka sudah tidak menolak.

Secara bertahap, berikan tantangan seperti:

Tantangan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit agar anak tetap merasa mampu.


Yang Terpenting: Bangun Hubungan Positif dengan Bahasa Inggris

Tujuan pertama bukan membuat anak langsung mahir.

Tujuan pertama adalah membuat anak berpikir:

"Ternyata belajar Bahasa Inggris itu menyenangkan."

Ketika perasaan positif sudah terbentuk, anak akan lebih mudah menerima tantangan dan termotivasi untuk terus belajar.


Kesimpulan

Jika anak tidak mau belajar Bahasa Inggris, jangan langsung menganggap mereka malas atau tidak mampu.

Cari tahu penyebabnya, kemudian sesuaikan cara belajarnya.

Mulailah dari aktivitas yang mereka sukai, gunakan permainan, buat sesi belajar singkat, berikan pilihan, dan apresiasi setiap usaha yang mereka lakukan.

Anak tidak harus dipaksa untuk mencintai Bahasa Inggris. Mereka perlu diberi pengalaman yang membuat mereka ingin terus mencoba.

Karena ketika anak merasa aman, nyaman, dan percaya diri, proses belajar biasanya menjadi jauh lebih mudah. 🌱


🌟 Temukan Cara Belajar yang Cocok untuk Anak di LQ Academy

Setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan belajar yang berbeda. Di LQ Academy, pembelajaran dirancang agar anak dapat belajar Bahasa Inggris dengan cara yang interaktif, komunikatif, dan menyenangkan.

✨ Kelas Privat & Semi Privat
✨ Materi Sesuai Usia dan Level
✨ Fokus pada Speaking & Confidence
✨ Aktivitas Interaktif
✨ Tutor Ramah dan Berpengalaman

Bukan memaksa anak untuk belajar, tetapi membantu mereka menemukan alasan untuk menyukai prosesnya. 🌟