Apakah Anak Harus Hafal Vocabulary Sebelum Bisa Speaking?
July 20, 2026. 17:11 WIB
Banyak orang tua memiliki anggapan bahwa anak harus menghafal ratusan kosakata terlebih dahulu sebelum mulai belajar berbicara dalam Bahasa Inggris. Akibatnya, proses belajar sering kali hanya berisi menghafal daftar kata tanpa memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakannya dalam percakapan.
Padahal, menghafal vocabulary dan kemampuan speaking adalah dua hal yang saling mendukung, bukan proses yang harus dilakukan secara berurutan.
Lalu, apakah anak benar-benar harus hafal banyak kosakata sebelum bisa berbicara?
Jawabannya adalah tidak.
Speaking Tidak Menunggu Vocabulary Sempurna
Saat belajar bahasa pertama, anak tidak menghafal kamus sebelum mulai berbicara.
Mereka belajar dengan cara:
Mendengar.
Meniru.
Mengulang.
Menggunakan kata-kata sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Hal yang sama juga berlaku ketika belajar Bahasa Inggris.
Anak bisa mulai berbicara menggunakan kosakata yang mereka miliki, meskipun jumlahnya masih sedikit.
Misalnya, dengan hanya mengenal beberapa kata seperti:
I
Like
Cat
anak sudah bisa membuat kalimat sederhana:
I like cats.
Inilah langkah awal yang jauh lebih bermanfaat daripada hanya menghafal puluhan kata tanpa pernah menggunakannya.
Menghafal Vocabulary Tetap Penting
Bukan berarti menghafal kosakata tidak diperlukan.
Semakin banyak vocabulary yang dikuasai, semakin mudah anak:
Memahami percakapan.
Membaca teks.
Mendengarkan cerita.
Menyampaikan ide.
Namun, kosakata sebaiknya dipelajari bersamaan dengan penggunaannya, bukan hanya dihafalkan.
Sebagai contoh, daripada hanya menghafal kata:
Apple = Apel
lebih baik ajak anak menggunakannya dalam kalimat:
I like apples.
This is an apple.
The apple is red.
Cara ini membantu anak memahami fungsi kata dalam komunikasi nyata.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak anak mampu menjawab soal seperti:
"What is the English word for meja?"
Mereka bisa menjawab:
Table.
Namun ketika ditanya:
"What is on the table?"
mereka justru bingung menjawab.
Mengapa?
Karena mereka hanya menghafal arti kata, bukan belajar menggunakannya.
Lebih Baik Belajar Vocabulary dalam Konteks
Otak anak lebih mudah mengingat kosakata ketika kata tersebut memiliki hubungan dengan aktivitas sehari-hari.
Misalnya saat belajar tema Food.
Daripada menghafal:
Rice
Bread
Egg
Milk
lebih baik gunakan dalam percakapan sederhana.
Misalnya:
I eat rice every day.
I drink milk.
I like eggs.
Dengan begitu, anak akan lebih mudah mengingat sekaligus memahami cara menggunakan kata tersebut.
Speaking Justru Membantu Mengingat Vocabulary
Menariknya, berbicara justru menjadi salah satu cara terbaik untuk memperkuat ingatan.
Semakin sering anak menggunakan suatu kata, semakin kuat kata tersebut tersimpan dalam memori.
Sebaliknya, kosakata yang hanya dihafal tanpa pernah digunakan biasanya lebih cepat terlupakan.
Berapa Banyak Vocabulary yang Dibutuhkan untuk Mulai Speaking?
Tidak ada angka pasti.
Bahkan dengan sekitar 50–100 kosakata sederhana, anak sudah dapat membuat banyak kalimat pendek.
Contohnya:
My name is Rina.
I like ice cream.
I have two cats.
This is my book.
I go to school.
Artinya, anak tidak perlu menunggu menguasai ribuan kosakata untuk mulai berbicara.
Cara Membantu Anak Belajar Vocabulary Sekaligus Speaking
1. Belajar Berdasarkan Tema
Misalnya:
Family
Animals
Food
School
Colors
Numbers
Belajar per tema membuat kosakata lebih mudah dipahami.
2. Gunakan Kalimat, Bukan Kata Lepas
Daripada hanya belajar:
Dog
lebih baik belajar:
I have a dog.
3. Gunakan dalam Kehidupan Sehari-hari
Misalnya saat makan:
This is rice.
Saat bermain:
Let's play.
Saat berpamitan:
See you tomorrow.
Bahasa menjadi lebih bermakna ketika digunakan dalam situasi nyata.
4. Jangan Takut Salah
Dorong anak untuk berbicara meskipun grammar atau pengucapannya belum sempurna.
Keberanian berbicara adalah fondasi yang akan membantu mereka berkembang lebih cepat.
5. Ulangi Secara Konsisten
Vocabulary akan lebih mudah diingat jika sering digunakan.
Tidak perlu belajar terlalu banyak sekaligus. Lima kata baru yang digunakan setiap hari sering kali lebih efektif daripada menghafal lima puluh kata dalam satu waktu.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Orang tua tidak harus fasih berbahasa Inggris untuk membantu anak.
Cukup dengan mengajak anak menggunakan ungkapan sederhana setiap hari, seperti:
Good morning.
Thank you.
Let's eat.
Good night.
Kebiasaan kecil seperti ini dapat membantu anak merasa bahwa Bahasa Inggris adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar mata pelajaran di sekolah.
Kesimpulan
Anak tidak perlu menghafal banyak vocabulary sebelum mulai berbicara dalam Bahasa Inggris. Justru kemampuan speaking berkembang lebih baik ketika kosakata dipelajari dan langsung digunakan dalam percakapan sederhana.
Menghafal vocabulary memang penting, tetapi akan jauh lebih efektif jika disertai latihan berbicara secara rutin. Dengan cara ini, anak tidak hanya mengetahui arti sebuah kata, tetapi juga mampu menggunakannya untuk berkomunikasi.
Karena tujuan belajar Bahasa Inggris bukanlah menghafal sebanyak mungkin kata, melainkan mampu menggunakan kata-kata tersebut dengan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Vocabulary dan Speaking Bersama LQ Academy
Di LQ Academy, kami membantu anak belajar kosakata sekaligus melatih keberanian berbicara melalui aktivitas yang interaktif dan menyenangkan.
✨ Kelas Privat dan Semi Privat
✨ Fokus pada Speaking Sejak Awal
✨ Vocabulary dalam Konteks Nyata
✨ Tutor Ramah dan Berpengalaman
✨ Materi Sesuai Level Anak
Kami percaya bahwa setiap kata yang dipelajari akan lebih bermakna ketika digunakan untuk berkomunikasi.
Karena Bahasa Inggris bukan tentang seberapa banyak kata yang dihafal, tetapi seberapa percaya diri anak menggunakannya. 🌟