Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Takut Salah Saat Berbicara Bahasa Inggris?

August 28, 2026. 17:30 WIB

“Anak saya sebenarnya tahu jawabannya, tetapi kalau disuruh berbicara Bahasa Inggris malah diam.”

Pernah mengalami hal seperti ini?

Banyak anak bukan tidak mampu berbicara Bahasa Inggris, tetapi takut melakukan kesalahan. Mereka khawatir pronunciation-nya salah, grammar-nya keliru, atau teman dan orang lain akan menertawakan mereka.

Padahal, melakukan kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar bahasa.

Jika anak terlalu takut salah, mereka justru bisa kehilangan kesempatan untuk berlatih. Karena itu, tugas orang tua dan guru bukan membuat anak selalu benar, tetapi membantu mereka merasa aman untuk mencoba.


Mengapa Anak Takut Salah Saat Speaking?

Ada beberapa alasan yang mungkin membuat anak ragu berbicara.

1. Takut Ditertawakan

Anak mungkin pernah melakukan kesalahan dan mendapatkan respons yang membuat mereka malu.

2. Terlalu Sering Dikoreksi

Jika setiap kesalahan langsung diperbaiki, anak bisa merasa bahwa setiap kalimat harus sempurna.

3. Kurang Vocabulary

Anak mungkin ingin menyampaikan sesuatu, tetapi tidak tahu kata yang harus digunakan.

4. Kurang Kesempatan Berbicara

Anak yang jarang menggunakan Bahasa Inggris tentu membutuhkan waktu untuk membangun keberanian.

5. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Melihat teman yang lebih lancar dapat membuat anak merasa kemampuan mereka kurang.


1. Beri Tahu Anak Bahwa Salah Itu Normal

Anak perlu memahami bahwa kesalahan bukan berarti gagal.

Orang tua bisa mengatakan:

“It's okay to make mistakes.”

atau:

“It's okay. Just try.”

Pesan sederhana seperti ini membantu anak memahami bahwa mereka tidak harus sempurna untuk mulai berbicara.


2. Jangan Langsung Mengoreksi Setiap Kesalahan

Misalnya anak mengatakan:

“Yesterday I go to the park.”

Jika langsung dihentikan dengan:

“Salah! Harusnya went!”

anak mungkin menjadi lebih fokus pada kesalahannya daripada pesan yang ingin disampaikan.

Orang tua dapat memberikan contoh secara alami:

“Oh, you went to the park yesterday?”

Dengan begitu, anak mendengar bentuk yang benar tanpa merasa sedang dihakimi.


3. Hargai Keberanian untuk Mencoba

Ketika anak mulai berbicara, apresiasi terlebih dahulu usahanya.

Misalnya:

“Good job!”

“You did it!”

“I like your answer!”

“You were brave to try!”

Pujian seperti ini membantu anak mengasosiasikan speaking dengan pengalaman yang positif.


4. Mulai dari Percakapan yang Sangat Sederhana

Anak tidak perlu langsung melakukan presentasi atau percakapan panjang.

Mulailah dengan pertanyaan yang mudah:

“What's your name?”

“What color do you like?”

“What food do you like?”

“What are you doing?”

Ketika anak sudah nyaman, pertanyaan dapat dibuat sedikit lebih kompleks.


5. Berikan Waktu untuk Berpikir

Jangan buru-buru menyelesaikan kalimat anak.

Ketika mereka berhenti beberapa detik, berikan waktu untuk mencari kata yang tepat.

Jika masih kesulitan, berikan pilihan.

Misalnya:

“Do you like cats or dogs?”

Lebih mudah menjawab:

“Dogs!”

daripada harus langsung membuat kalimat panjang.


6. Gunakan Topik yang Anak Sukai

Anak akan lebih mudah berbicara ketika membahas sesuatu yang mereka kenal.

Jika suka sepak bola:

“Who's your favorite player?”

Jika suka hewan:

“What's your favorite animal?”

Jika suka makanan:

“What's your favorite food?”

Ketika topiknya menarik, anak biasanya memiliki lebih banyak hal yang ingin mereka ceritakan.


7. Latihan Speaking Melalui Permainan

Permainan dapat mengurangi rasa tertekan.

Cobalah:

🎭 Role Play

Bermain menjadi pembeli dan penjual.

🎲 Question Game

Anak mengambil kartu pertanyaan dan menjawabnya.

🕵️ Guessing Game

Anak memberikan petunjuk dan orang tua menebak.

🖼️ Picture Description

Tunjukkan sebuah gambar dan minta anak menjelaskan apa yang mereka lihat.

Karena bentuknya permainan, anak dapat berlatih speaking tanpa merasa sedang diuji.


8. Jangan Membandingkan Anak

Hindari mengatakan:

“Temanmu sudah lancar, kenapa kamu belum?”

Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda.

Lebih baik bandingkan anak dengan dirinya sendiri.

Jika bulan lalu mereka hanya berani mengatakan satu kata dan sekarang sudah mampu membuat tiga kalimat, itu adalah perkembangan yang patut diapresiasi.


9. Ciptakan Lingkungan yang Aman

Anak membutuhkan tempat di mana mereka boleh:

Jika anak merasa aman, mereka akan lebih berani mengambil risiko untuk menggunakan bahasa baru.

Inilah alasan suasana kelas dan hubungan dengan guru juga sangat penting.


10. Jadikan Speaking sebagai Kebiasaan

Tidak perlu menunggu sesi belajar formal.

Gunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.

Misalnya:

Pagi:

“Good morning!”

Saat makan:

“Are you hungry?”

Saat bermain:

“What are you doing?”

Sebelum tidur:

“Good night!”

Semakin sering anak menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang familiar, semakin natural speaking terasa bagi mereka.


Bagaimana Jika Anak Selalu Menjawab dalam Bahasa Indonesia?

Tidak perlu langsung memaksa mereka menjawab semuanya dalam Bahasa Inggris.

Gunakan metode mix and build.

Misalnya anak mengatakan:

“Aku suka kucing.”

Orang tua dapat membantu:

“I like cats.”

Kemudian anak mengulang:

“I like cats.”

Setelah terbiasa, anak dapat mulai membuat kalimat sendiri.


Fokus pada Komunikasi, Bukan Kesempurnaan

Pada tahap awal, jangan menjadikan grammar sebagai penghalang speaking.

Jika anak bisa menyampaikan:

“I like football.”

meskipun pronunciation belum sempurna, itu sudah merupakan langkah positif.

Seiring latihan, grammar dan pronunciation dapat terus diperbaiki.

Urutannya bisa seperti ini:

Berani mencoba → terbiasa berbicara → semakin lancar → semakin akurat


Tanda Anak Mulai Mengatasi Rasa Takut

Perhatikan perubahan kecil seperti:

✅ Mulai menjawab tanpa terlalu lama berpikir.

✅ Tidak langsung diam ketika melakukan kesalahan.

✅ Berani bertanya dalam Bahasa Inggris.

✅ Mulai menggunakan vocabulary secara spontan.

✅ Mau berbicara meskipun grammar belum sempurna.

Kemajuan tidak selalu terlihat dari panjangnya kalimat. Keberanian untuk mencoba juga merupakan sebuah pencapaian.


Kesimpulan

Jika anak takut salah saat berbicara Bahasa Inggris, jangan langsung memaksa mereka untuk berbicara lebih banyak.

Bangun terlebih dahulu rasa aman dan percaya diri.

Mulailah dari percakapan sederhana, gunakan permainan, pilih topik yang disukai anak, berikan waktu untuk berpikir, dan hindari mempermalukan atau membandingkan mereka.

Yang paling penting, jangan membuat anak merasa bahwa salah = gagal.

Dalam proses belajar bahasa, kesalahan justru menunjukkan bahwa anak sedang mencoba menggunakan sesuatu yang baru.

Anak tidak perlu menunggu sampai sempurna untuk mulai berbicara. Mereka perlu berani berbicara agar perlahan menjadi lebih baik. 🌱


🌟 Bangun Confidence Speaking Anak Bersama LQ Academy

Di LQ Academy, kami percaya bahwa anak akan berkembang lebih baik ketika mereka belajar dalam lingkungan yang supportive, interaktif, dan bebas dari rasa takut untuk mencoba.

✨ Kelas Privat & Semi Privat
✨ Fokus pada Speaking & Confidence
✨ Materi Sesuai Usia dan Level
✨ Aktivitas Komunikatif dan Interaktif
✨ Tutor Ramah dan Berpengalaman

Dari takut salah menjadi berani mencoba. Dari berani mencoba menjadi percaya diri berbicara. 🌟