Berapa Kali Seminggu Anak Sebaiknya Belajar Bahasa Inggris?
July 24, 2026. 18:37 WIB
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan orang tua adalah:
"Anak saya sebaiknya belajar Bahasa Inggris berapa kali dalam seminggu agar hasilnya maksimal?"
Sebagian orang tua mengira semakin lama waktu belajar, semakin cepat anak menjadi mahir. Ada juga yang merasa cukup jika anak belajar satu kali seminggu di tempat kursus.
Padahal, kunci keberhasilan belajar Bahasa Inggris bukan hanya terletak pada lamanya belajar, tetapi pada konsistensinya.
Lalu, seberapa sering sebenarnya anak perlu belajar Bahasa Inggris?
Tidak Ada Angka yang Sama untuk Semua Anak
Frekuensi belajar yang ideal bergantung pada beberapa hal, seperti:
Usia anak.
Tujuan belajar.
Tingkat kemampuan saat ini.
Jadwal sekolah.
Motivasi belajar.
Namun secara umum, anak akan berkembang lebih baik jika mendapatkan paparan Bahasa Inggris secara rutin daripada belajar dalam waktu lama tetapi jarang.
Mengapa Konsistensi Lebih Penting daripada Durasi?
Belajar bahasa berbeda dengan menghafal pelajaran untuk ujian.
Bahasa adalah keterampilan yang perlu digunakan terus-menerus.
Misalnya:
Belajar 15 menit setiap hari selama seminggu berarti anak mendapatkan paparan Bahasa Inggris selama lebih dari satu jam.
Sebaliknya, belajar dua jam hanya sekali seminggu membuat anak memiliki jeda yang terlalu panjang sehingga lebih mudah melupakan materi.
Otak lebih mudah menyimpan informasi yang dipelajari sedikit demi sedikit secara berulang.
Rekomendasi Frekuensi Belajar Berdasarkan Usia
Anak Usia 4–6 Tahun
Fokus utama adalah mengenalkan Bahasa Inggris secara menyenangkan.
Disarankan:
10–15 menit setiap hari.
Lagu.
Cerita.
Permainan.
Percakapan sederhana.
Pada usia ini, anak belajar melalui pengalaman, bukan hafalan.
Anak SD (7–12 Tahun)
Anak mulai mampu belajar lebih terstruktur.
Idealnya:
20–30 menit setiap hari.
atau
3–5 kali seminggu dengan latihan singkat di rumah.
Selain belajar vocabulary dan grammar dasar, anak juga perlu mulai rutin melatih speaking.
Remaja (13 Tahun ke Atas)
Anak dapat belajar lebih lama sesuai kebutuhan.
Misalnya:
30–60 menit setiap hari.
atau
3–5 sesi belajar dalam seminggu.
Semakin tinggi target kemampuan, semakin banyak latihan yang dibutuhkan.
Bagaimana Jika Anak Mengikuti Kursus?
Misalnya anak mengikuti kursus:
2 kali seminggu.
Apakah itu sudah cukup?
Jawabannya:
Belum sepenuhnya.
Kursus memberikan arahan, materi, dan latihan.
Namun perkembangan akan jauh lebih cepat jika di rumah anak tetap mendapatkan paparan Bahasa Inggris.
Misalnya dengan:
Membaca cerita.
Menonton video edukasi.
Mendengarkan lagu.
Mengulang kosakata.
Berlatih speaking selama beberapa menit.
Contoh Jadwal yang Efektif
Senin
Belajar di kursus.
Selasa
Mengulang kosakata selama 15 menit.
Rabu
Berlatih speaking sederhana bersama orang tua.
Kamis
Menonton video edukasi berbahasa Inggris.
Jumat
Belajar di kursus.
Sabtu
Membaca cerita atau bermain permainan Bahasa Inggris.
Minggu
Review kosakata sambil bermain.
Dengan pola seperti ini, anak akan tetap berinteraksi dengan Bahasa Inggris hampir setiap hari tanpa merasa terbebani.
Apakah Belajar Setiap Hari Akan Membuat Anak Bosan?
Tidak, selama metode yang digunakan bervariasi.
Misalnya:
Hari ini mendengarkan lagu.
Besok bermain tebak gambar.
Lusa membaca cerita.
Kemudian bermain role play.
Anak biasanya justru lebih menikmati belajar ketika aktivitasnya berganti-ganti.
Tanda Frekuensi Belajar Sudah Tepat
Jika jadwal belajar sesuai, biasanya anak akan mulai menunjukkan perkembangan seperti:
✅ Mengingat lebih banyak kosakata.
✅ Lebih cepat memahami instruksi.
✅ Lebih percaya diri berbicara.
✅ Semakin tertarik belajar.
✅ Tidak merasa tertekan saat menggunakan Bahasa Inggris.
Hal yang Perlu Dihindari
Beberapa kebiasaan berikut justru dapat menghambat perkembangan anak:
Belajar hanya menjelang ujian.
Belajar terlalu lama hingga anak kelelahan.
Memaksa anak menghafal terlalu banyak kosakata sekaligus.
Tidak memberikan kesempatan untuk berbicara.
Berhenti belajar selama berminggu-minggu.
Konsistensi kecil jauh lebih baik daripada usaha besar yang hanya dilakukan sesekali.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Orang tua tidak harus mengajarkan grammar yang rumit.
Cukup dengan membiasakan penggunaan Bahasa Inggris sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
Good morning.
Thank you.
Let's eat.
Good night.
See you tomorrow.
Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Tidak ada aturan baku mengenai berapa kali anak harus belajar Bahasa Inggris dalam seminggu. Namun, yang paling penting adalah memberikan paparan bahasa secara konsisten.
Belajar dalam waktu singkat tetapi rutin setiap hari biasanya jauh lebih efektif dibandingkan belajar lama namun hanya sesekali. Dengan kombinasi antara pembelajaran yang terarah, latihan speaking, dan aktivitas yang menyenangkan, kemampuan Bahasa Inggris anak akan berkembang secara alami.
Ingatlah bahwa belajar bahasa adalah sebuah perjalanan. Kemajuan tidak terjadi dalam semalam, tetapi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus.
Belajar Konsisten Bersama LQ Academy
Di LQ Academy, kami membantu anak membangun kebiasaan belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan dan berkelanjutan.
✨ Kelas Privat dan Semi Privat
✨ Fokus pada Speaking, Listening, Reading, dan Writing
✨ Tutor Ramah dan Berpengalaman
✨ Jadwal Fleksibel
✨ Materi Sesuai Usia dan Level Anak
Kami percaya bahwa sedikit latihan setiap hari dapat membawa perubahan besar di masa depan.
Karena keberhasilan belajar Bahasa Inggris bukan ditentukan oleh seberapa lama anak belajar, tetapi seberapa konsisten mereka melakukannya. 🌟